
Pengacara mendiang Jeffrey Epstein , pelaku kejahatan seks anak, mengajukan permintaan resmi kepada Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat (AS) atau CIA dan Badan Keamanan Nasional (nsa) untuk merilis semua dokumen yang terkait dengan potensi koneksi intelijen yang melibatkan kliennya.
Hal tersebut, seperti dilansir Anadolu Agency , Selasa (10/2/2026), dilaporkan oleh media terkemuka AS, The Washington Post , pada Senin (9/2) waktu setempat.
Disebutkan The Washington Post dalam laporannya bahwa pengacara yang mewakili harta warisan Epstein telah secara resmi meminta agar CIA dan NSA mengungkapkan dokumen apa pun yang menunjukkan hubungan operasional, afiliasi, koneksi intelijen, atau informasi intelijen apa pun yang disembunyikan terkait kliennya. Epstein ditemukan tewas di sel tahanan tempatnya ditahan di New York ketika dia menunggu sidang kasus perdagangan seks anak. Kematiannya ditetapkan sebagai bunuh diri, namun telah memicu berhasil spekulasi dan konspirasi selama bertahun-tahun.












