Latar Belakang
Awal 2026, BMKG dan BRIN mengumumkan data mengejutkan tentang Sesar Lembang. Aktivitas gempa mikro di segmen Cimeta selama 2025 dan kenaikan Gunung Batu sebanyak 40 sentimeter menjadi bukti fisik yang tidak terbantahkan. Lempeng bumi di utara Bandung bergerak konstan dengan kecepatan 3-5 milimeter per tahun, menandai ancaman geologis yang serius.
Fakta Penting
Data terbaru menunjukkan bahwa Sesar Lembang sedang mengalami perubahan aktif. Gempa mikro dan pergerakan Gunung Batu adalah indikator jelas bahwa kawasan ini rentan terhadap bencana. Namun, respons kolektif dari masyarakat dan pemerintah menunjukkan krisis literasi bencana yang mendalam.
Dampak Sosial
Masalah utama terletak pada budaya fatalisme yang melekat di masyarakat. Narasi yang berkembang dari warung kopi hingga ruang rapat birokrasi sering menyederhanakan ancaman geologis sebagai urusan nasib semata. Ini menunjukkan kejumudan nalar yang perlu segera diatasi.
Penutup
Sesar Lembang bukan hanya masalah geologi, tetapi juga isu sosial yang memerlukan perhatian serius. Dari fatalisme ke nalar keselamatan, masyarakat Bandung memiliki tantangan besar untuk menghadapi ancaman ini. Apakah kita mampu melangkah maju dari keterpurukan literasi bencana? Jawabannya ada di tangan kita semua.








