
Latar Belakang
Bandung, 15 Februari 2026. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengutuk keras pembunuhan pelajar SMP Negeri 26 Bandung, ZAAQ (14), yang dilakukan oleh dua pelajar SMK YA (16) dan AP (17). KPAI menyebut peristiwa ini sebagai kasus kekerasan ekstrem antar anak yang sangat mengerikan.
Fakta Penting
ZAAQ, pelajar SMP Negeri 26 Bandung, menjadi korban dalam kasus ini yang terjadi di eks Kampung Gajah, Bandung. Dua pelajar SMK, YA dan AP, diduga sebagai pelaku utamanya. KPAI tidak hanya menyampaikan duka cita, tetapi juga menekankan bahwa kasus ini merupakan pelanggaran serius terhadap hak dasar anak.
Dampak
Kasus ini telah mencuri perhatian publik dan menimbulkan kecaman luas. KPAI memandang peristiwa ini sebagai bentuk kekerasan yang tidak dapat ditoleransi. Dukungan moril bagi korban dan keluarganya terus dilakukan, sementara penyidik terus memburu pelaku untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Penutup
Tragedi ini menjadi pengingat penting akan pentingnya pencegahan kekerasan di lingkungan sekolah. KPAI berharap kasus ini dapat menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk memperkuat mekanisme perlindungan anak.
Judul: Pembunuhan Siswa SMP oleh Pelajar SMK di Bandung, KPAI Sebut Kasus Ini Sangat Mengerikan
Isi:
Latar Belakang
Bandung, 15 Februari 2026. Kasus pembunuhan yang menimpa ZAAQ (14), pelajar SMP Negeri 26 Bandung, oleh dua pelajar SMK YA (16) dan AP (17), telah mengecam perhatian KPAI.
Fakta Penting
Peristiwa ini terjadi di eks Kampung Gajah, Bandung, dan dianggap sebagai kekerasan ekstrem antar anak. KPAI menyebut kasus ini sebagai pelanggaran serius terhadap hak dasar anak, yang mengakibatkan hilangnya nyawa ZAAQ.
Dampak
Kasus ini telah menimbulkan shockwave di masyarakat, dengan KPAI menyerukan perlindungan yang lebih baik bagi anak-anak. Penyelidikan sedang berlangsung untuk menangkap pelaku dan memastikan keadilan bagi korban.
Penutup
Tragedi ini mendorong pentingnya edukasi dan pencegahan kekerasan di lingkungan pendidikan. KPAI berharap kasus ini menjadi momentum untuk mencegah terulangnya peristiwa serupa.












