
Latar Belakang
Setelah viralnya video ‘tembok ratapan solo’, Ajudan Presiden ke-7 RI Joko Widodo, AKBP Syarif Fitriansyah, mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aksi meratap di rumah pribadi Jokowi. Syarif menegaskan bahwa tidak ada batasan pengunjung, namun masyarakat diminta untuk tidak meniru perilaku yang terjadi di Tembok Ratapan.
Fakta Penting
“Tidak ada (pembatasan), tetap seperti biasa saja,” ujar Syarif, seperti dilansir detikJateng pada Senin (16/2/2026). Ajudan Jokowi ini juga mengungkap bahwa beberapa pengunjung masih mencoba melakukan aksi meratap hingga saat ini.
Penutup
Imbauan Syarif Fitriansyah ini menjadi perhatian penting, mengingat dampak sosial yang mungkin timbul dari aksi meratap di rumah jokowi. Publik diminta untuk tetap menunjukkan sikap yang bijak dan tidak meniru perilaku yang dapat merugikan kediaman pribadi Presiden.








