
Paragraf Pembuka
Pep Guardiola, pelatih Manchester City, menunjukkan sikap toleransi tinggi terhadap beberapa pemain Muslim yang menjalani ibadah puasa selama pertandingan Premier League. Dalam laga pekan ke-28 melawan Leeds United, Guardiola tidak merasa halangan apapun terhadap performa pemain-pemain seperti Rayan Cherki dan Rayan Ait-Nouri yang tengah berpuasa. Pertandingan ini digelar Minggu (1/3/2026) dini hari WIB di Elland Road, tengah bulan Ramadhan.
Jalannya Pertandingan
Manchester City menampilkan permainan yang solid meski beberapa pemain utama seperti Rayan Cherki dan Rayan Ait-Nouri sedang menjalankan ibadah puasa. Guardiola mengakui bahwa kondisi tersebut tidak mengganggu strategi timnya. “Pemain-pemain ini telah menunjukkan komitmen yang tinggi, dan saya yakin mereka mampu memberikan yang terbaik,” ujar Guardiola dalam konferensi pers.
Statistik Kunci
Menurut data liga, Manchester City berhasil menciptakan beberapa peluang emas dalam pertandingan ini, dengan total 15 kali tembakan ke gawang Leeds United. Namun, pertahanan Leeds menunjukkan ketangguhan, sehingga skor akhir menjadi 1-1. Meski demikian, performa pemain-pemain Man City yang berpuasa tidak terlihat menurun secara signifikan.
Pandangan Pelatih
Guardiola menegaskan bahwa puasa tidak menjadi faktor penentu dalam pemilihan starting lineup. “Kami memilih pemain berdasarkan kondisi terbaik dan kesiapan mereka, bukan karena faktor puasa,” tegas Guardiola. Ia juga mengapresiasi sikap religius para pemain yang tetap fokus dalam menjalankan kewajiban ibadah.
Penutup
Pertandingan ini menjadi bukti bahwa komitmen spiritual tidak menghalangi performa olahraga. Penggemar bola dapat belajar untuk menghormati dan mendukung pemain-pemain yang menjalani ibadah puasa sambil tetap menampilkan performa terbaik di lapangan. Manchester City diprediksi akan terus memperkuat strateginya untuk meraih posisi puncak di Premier League.












