
Konflik yang memanas di Timur Tengah tak hanya memukul penjualan di Iran, tapi juga melumpuhkan Dubai yang selama ini menjadi ‘napas’ distribusi mobil China ke berbagai belahan dunia.
“Bisnis kami di Iran benar-benar berhenti total,” ungkap seorang manajer ekspor dari perusahaan otomotif pelat merah China kepada Caixin dikutip dari Carnewschina.
Selama ini, Uni Emirat Arab (UEA), khususnya Dubai, bukan sekadar pasar tujuan. Di tahun 2025, UEA tercatat sebagai destinasi ekspor mobil China terbesar ketiga di dunia setelah Meksiko dan Rusia.










