
Presiden Venezuela Nicolas Maduro mengecam ancaman militer Amerika Serikat (AS) dengan menegaskan negaranya tidak ingin berdamai tetapi menjadi budak. Maduro menyebut pengerahan militer Washington secara besar-besaran telah “menguji” Caracas selama 22 pekan terakhir.
Presiden AS Donald Trump semakin meningkatkan tekanan terhadap Maduro dengan pengerahan angkatan laut secara besar-besaran di kawasan Karibia, pengeboman kapal-kapal yang diduga mengangkut narkoba dari Venezuela, dan merilis peringatan keras untuk menghindari wilayah udara Venezuela.
Saat berpidato di hadapan pendukungnya di Caracas, seperti dilansir AFP dan TRT World , Selasa (2/12/2025), Maduro mengatakan Venezuela menginginkan perdamaian “dengan kedaulatan, kesetaraan, dan kebebasan”. Dia menegaskan penolakan terhadap apa yang disebutnya sebagai “perdamaian budak”.










