
Pembuka
Seorang anak Palestina berusia 13 tahun menjadi korban fatal setelah menginjak ranjau di kamp lama Jiftlik, Lembah Yordania utara. Kejadian ini terjadi dekat kamp militer Israel di Tepi Barat yang diduduki. bulan sabit merah Palestina telah mengonfirmasi kematian anak tersebut, dan sumber dari Kementerian Pertahanan Israel juga menyetujui informasi ini.
Latar Belakang
Insiden ini terjadi di tengah ketegangan yang terus berlangsung di wilayah Tepi Barat. Ranjau dan bahan peledak yang ditinggalkan oleh militer Israel sering menjadi ancaman nyata bagi warga Palestina, terutama anak-anak yang tidak menyadari bahaya yang mengintai.
Fakta Penting
– Jenazah anak tersebut diterima oleh Bulan Sabit Merah Palestina, yang menyatakan bahwa ranjau meledak di kamp lama Jiftlik.
– Kejadian ini terjadi pada Rabu (18/2/2026), dan diberitakan oleh AFP.
– Sumber dari Kementerian Pertahanan Israel mengonfirmasi kematian anak tersebut, namun belum memberikan komentar lebih lanjut.
Dampak
Kematian anak ini menambah daftar korban tewas akibat konflik di wilayah tersebut. Insiden ini juga menarik perhatian internasional, terutama karena korban adalah seorang anak yang tidak terlibat langsung dalam konflik. Masyarakat Palestina mengecam keras kebijakan Israel yang menurut mereka bertanggung jawab atas Korban-korban seperti ini.
Penutup
Tragedi ini menjadi pengingat bahwa konflik di Tepi Barat tidak hanya mempengaruhi para pejuang, tetapi juga warga sipil, terutama anak-anak. Dampak sosial dan politik dari insiden ini akan terus dirasakan dalam waktu yang lama. Apakah langkah-langkah konkret akan diambil untuk mencegah insiden serupa terjadi lagi? Hanya waktu yang akan memberikan jawabannya.












