Latar Belakang
Di tengah guncangan perang yang menghantam Gaza, Hussam Qassem, seorang musisi muda, menemukan cara unik untuk memberikan harapan kepada anak-anak pengungsi di Khan Younis. Dengan menggunakan drum yang dirakit dari barang bekas, Qassem berhasil menghibur para anak-anak, memberikan mereka pelipur lara di saat-saat terberat.
Fakta Penting
drum rakitan yang dibuat Qassem tidak hanya menjadi alat musik biasa. Alat ini menjadi simbol harapan dan kreativitas dalam keadaan yang sulit. Dengan menggunakan barang-barang yang biasanya dianggap tidak berguna, Qassem membuktikan bahwa seni dapat menjadi jalan keluar dari keterpurukan.
Dampak
Kegiatan ini telah memberikan dampak sosial yang signifikan. Anak-anak pengungsi yang sebelumnya merasa putus asa, kini memiliki ruang untuk mengekspresikan diri dan melupakan sementara kekerasan yang mereka alami. Lewat drum rakitan ini, Qassem juga menunjukkan bahwa seni dapat menjadi sarana untuk merekatkan komunitas dan memberikan semangat kepada generasi muda Gaza.
Penutup
Drum dari barang bekas yang dirakit oleh Hussam Qassem bukan hanya alat musik, melainkan suara harapan yang meresonansi di hati anak-anak Gaza. Dengan kreativitas dan dedikasinya, Qassem membuktikan bahwa di tengah keterpurukan, seni tetap menjadi jalan menuju kebangkitan.












