![[Pendidikan di Persimpangan Global: Kecepatan Digital vs Kedalaman Belajar]](https://kabardunia.co.id/wp-content/uploads/2026/01/featured_1768803943748.jpg)
Tahun lalu saat hasil Tes Kompetensi Akademik (TKA) diumumkan dan nilainya rendah, publik pun cemas, saling menyalahkan, lalu mencari penjelasan cepat. Pandemi dituding sebagai biang keladi. Media sosial pun ‘disalahkan’. Anak-anak dianggap kurang fokus, kurang disiplin, bahkan diam-diam dinilai kurang cerdas.
Padahal, jika kita mau jujur membaca data dan riset, cerita sesungguhnya jauh lebih panjang dan jauh lebih dalam. Nilai TKA yang rendah bukanlah kejadian mendadak, dan bukan pula kegagalan satu-dua tahun terakhir. Hasil TKA adalah alarm keras dari krisis belajar yang sudah lama tumbuh di bawah permukaan.
Lebih dari satu dekade lalu, jauh sebelum pandemi COVID-19 dan sebelum gawai serta media sosial menjadi bagian dominan dari hidup anak-anak, ekonom pendidikan Harvard Lant Pritchett sudah mengeluarkan peringatan keras tentang pendidikan Indonesia.












